News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Mengapa Yesus Memilih Keledai

Mengapa Yesus Memilih Keledai

Keledai, binatang yang kerap mendapat ejekan karena image "keras kepala" dan "bebal', yang melekat kuat bagi sebagian orang ternyata dipilih Tuhan Yesus menjadi tunggangan saat Yesus masuk ke Yerusalem. Peristiwa Yesus masuk Yerusalem ini merupakan momen penting dalam permulaan kesengsaraan yang akan dijalani-Nya.

Ada alasan yang dipakai untuk menunjukkan kenapa keledai yang dipilih. Alasannya keledai melambangkan "humility" atau kerendahan hati atau kemiskinan. Keledai itu memang kontras dengan kuda yang sosoknya anggun dan gagah, jadi keledai itu seolah menggambarkan kesederhanaan. Sebenarnya tidak demikian karena keledai adalah tunggangan yang sangat berharga dan mulia di Timur Tengah. Keledai  itu adalah tunggangan yang dipakai para pemimpin zaman dahulu. Abraham saja memakai keledai sebagai tunggangannya. Yair sebagai Hakim, dalam kitab Hakim-Hakim 10 memakai keledai sebagai tunggangannya saat memerintah Israel selama 22 tahun. Abigail, istri dari Nabal seorang yang kaya menunggangi keledai dalam 1 Samuel 25. Dalam  1 Raja-Raja 1:38 Raja Salomo menaiki keledai setelah diurapi sebagai Raja.

Menurut Smith’s Bible dictionary, keledai yang disebutt dalam Injil tidaklah sama dengan keledai Eropa yang terkenal "keras kepala". Keledai di Timur Tengah justru disukai dan dikenal karakteristiknya sebagai hewan yang pintar, sabar, taat, lembut dan tangguh. Keledai bahkan mampu menanjak di pegunungan melebihi kekuatan seekor kuda. Keledai juga sering dipakai pada masa damai sedangkan kuda dipakai pada masa perang.

Dalam situasi menjelang Paskah, orang banyak berkumpul di Yerusalem. Bukan kebetulan Yesus memilih momen ini. Dengan menunggangi keledai, Yesus hendak memproklamirkan dirinya sebagai Raja atau Mesias. Dengan kata lain, keledai itu sendiri menunjukkan Yesus sebagai Mesias yang mulia. Tapi jelas bukan Mesias atau Raja yang ada dalam konsep atau pemikiran orang Yahudi pada umumnya. Mereka mungkin mengharapkan Mesias itu menunggang kuda dan akan memimpin perlawanan melawan Romawi seperti kaum Zelot. Tapi Yesus sebagai Mesias datang untuk membawa misi damai. Dengan menunggang keledai, Yesus menunjukkan bahwa Dia adalah Raja Damai, bukan Raja yang datang dengan kuda sebagai tunggangan perang. Dia datang bukan untuk menaklukkan dengan peperangan tetapi dia datang dengan cinta, anugerah, kasih, belas kasihan dan pengorbanan-Nya. Ini jelas dinyatakan dalam nubuatan Zakharia bahwa dia datang dengan damai dan untuk melakukan penebusan dengan darah-Nya.

Perhatikan Zakharia 9:9  "Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda." Zec 9:10  Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim dan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan dilenyapkan, dan ia akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa. Wilayah kekuasaannya akan terbentang dari laut sampai ke laut dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi. Zec 9:11  Mengenai engkau, oleh karena darah perjanjian-Ku dengan engkau, Aku akan melepaskan orang-orang tahananmu dari lobang yang tidak berair.





Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment